RSS

Waspadai 6 Tanda Gangguan Pola Makan

19 Mei

Anda kerap makan tanpa henti hingga merasa sakit dan mual, atau tidak bisa mengendalikan kebiasaan makan? Hati-hati, mungkin Anda mengidap gejala makan tak terkontrol atau sering disebut dengan gangguan makan kompulsif.

Dilansir Mayoclinic, gangguan makan kompulsif adalah gangguan pada pola makan dimana penderitanya makan tanpa terkontrol dan tidak teratur. Jika terus dibiarkan, gangguan makan kompulsif bisa menyebabkan sistem pencernaan tidak berfungsi dengan baik, diabetes, kolesterol dan jantung.

Karena gangguan ini melibatkan emosi dan fisik, maka penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada bantuan psikoterapi, ahli nutrisi atau ahli gizi. Bahkan dalam kasus yang sudah parah, penderita harus dirawat secara intensif.

Seperti apa gejala gangguan makan kompulsif? Jika Anda mengalami tiga sampai empat tanda-tanda seperti yang dikutip dari All Women Stalk di bawah ini, sebaiknya patut waspada dan segera cari solusinya.

1. Merasa Sedih Karena Makan Berlebihan
Bukan soal perasaan bersalah karena telah menghabiskan dua cangkir cokelat panas atau tiga scoop banana split. Jika Anda sering merasa sedih, tersiksa dan benci pada diri sendiri setelah makan yang berlebihan, berarti ada yang salah dengan kebiasaan makan Anda.

2. Tidak Nyaman Membicarakan Makanan
Anda selalu berusaha menghindari pembicaraan makanan, atau menghabiskan waktu berjam-jam memeriksa tubuh sendiri? Berarti ada kemungkinan Anda menderita gangguan makan tak terkontrol. Hal ini juga ditandai dengan perilaku takut melihat tubuh di cermin.

3. Makan Walaupun Sudah Kenyang
Secara alami, tubuh akan mengirimkan sinyal kapan seseorang puas dan harus berhenti makan. Orang dengan gangguan makan berlebihan cenderung tidak mempedulikan batas tersebut. Jika Anda tetap saja mengunyah makanan padahal sudah sangat kenyang, ada kemungkinan Anda mengidap gangguan makan. Untuk mengatasinya, coba makan dengan perlahan. Beri jeda waktu saat menyuap makanan berikutnya. Cara ini akan membuat Anda lebih memerhatikan sinyal tubuh bahwa Anda sudah kenyang.

4. Melewatkan Jam Makan
Orang dengan gangguan makan berlebihan sering melewatkan jam-jam makan penting, terutama sarapan. Karena membiarkan perut kosong dalam waktu lama, akan merasa sangat lapar yang membuatnya makan lebih banyak dari porsi seharusnya.

5. Makan Saat Tidak Merasa Lapar
Mungkin ini gejala paling umum yang terjadi pada penderita gangguan pola makan. Mengonsumsi makanan untuk memuaskan nafsu makan, dan bukan karena lapar bisa berbahaya bagi tubuh dan sebabkan obesitas. Mengudap cokelat sesekali boleh-boleh saja. Tapi Anda patu waspada jika keinginan makan dan ngemil timbul sepanjang hari.

6. Diet Ketat Secara Tiba-tiba
Penderita gangguan makan kompulsif bisa makan tak terkontrol, tapi di satu waktu berhenti makan secara tiba-tiba atau melakukan diet ketat. Pola ini jelas bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh. Oleh karena itu, berat badan penderita gangguan makan kompulsif bisa bervariasi; antara kurus, sedang hingga gemuk.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2011 in Kesehatan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: